SINYALBEKASI.COM – Personel Yonarmed 7/BG bergerak cepat membantu proses penanganan bencana longsor yang terjadi di kawasan TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Longsor yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di Zona 4 TPST Bantargebang tersebut mengakibatkan korban jiwa serta sejumlah armada truk pengangkut sampah tertimbun material longsoran.
Berdasarkan informasi dari pihak pengelola TPA, longsor terjadi saat sejumlah armada tengah mengantre untuk melakukan aktivitas pembuangan sampah.
Diduga kuat intensitas hujan yang tinggi menyebabkan tumpukan sampah mengalami pergeseran hingga akhirnya longsor dan menimbun beberapa unit kendaraan yang berada di sekitar lokasi.
Data sementara mencatat tiga orang meninggal dunia, terdiri dari satu laki-laki dan dua perempuan. Selain itu, tiga unit truk pengangkut sampah juga dilaporkan tertimbun dalam kejadian tersebut.
Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak pengelola TPA Bantargebang menghubungi Yonarmed 7/BG untuk meminta bantuan personel dan dukungan logistik guna membantu proses evakuasi serta penanganan di lokasi kejadian.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Komandan Yonarmed 7/BG, Letkol Vicky Haryanto Mamonto, S.H., segera menginstruksikan pasukan untuk turun langsung ke lokasi guna membantu proses evakuasi bersama unsur terkait.
Sebanyak 50 personel Yonarmed 7/BG diterjunkan ke lokasi kejadian dan langsung mendirikan satu unit tenda posko sebagai pusat koordinasi serta dukungan bagi tim penanganan di lapangan.
Letkol Vicky Haryanto Mamonto, S.H. juga menghimbau seluruh personel yang bertugas agar bekerja secara maksimal, tetap mengutamakan keselamatan, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder yang terlibat dalam proses evakuasi.
Hingga saat ini, proses evakuasi korban dan penanganan longsor masih terus berlangsung dengan melibatkan TNI, pengelola TPST, relawan, serta instansi terkait lainnya. Situasi di lokasi masih dalam penanganan intensif guna memastikan kondisi benar-benar aman serta tidak ada korban lain yang tertimbun.
Yonarmed 7/BG bersama seluruh unsur yang terlibat berkomitmen untuk terus membantu proses penanganan bencana hingga situasi di lokasi kembali terkendali.
(Red)


