Top ads

KAI Kabupaten Bekasi Dukung Aplikasi Satu Pintu, Samsodin: Wujud Transformasi Digital

13 Januari 2026, 12:28 WIB Last Updated 2026-01-13T05:28:55Z
Deskripsi Gambar
Deskripsi Gambar

Praktisi hukum yang juga Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kabupaten Bekasi, Mohamad Samsodin, S.H., M.H

SINYALBEKASI.COM
— Praktisi hukum yang juga Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kabupaten Bekasi, Mohamad Samsodin, S.H., M.H., menyambut baik program peluncuran Aplikasi Layanan Satu Pintu yang dicanangkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja.


Aplikasi tersebut merupakan sistem digital terintegrasi yang menyatukan berbagai layanan perizinan dan non-perizinan dalam satu platform, dengan tujuan meningkatkan efektivitas pelayanan publik serta mendorong transparansi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.


Menurut Samsodin, kehadiran aplikasi ini merupakan langkah progresif dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang cepat, mudah, dan akuntabel. 


Peluncuran yang digelar di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, itu berjalan sukses.  Samsodin menilai transformasi digital di sektor pelayanan publik sudah menjadi kebutuhan mendesak di era modern saat ini.


“Saya mengapresiasi langkah Plt Bupati Bekasi yang meluncurkan Aplikasi Layanan Satu Pintu. Ini merupakan terobosan positif dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus meminimalisir potensi maladministrasi,” ujar Mohamad Samsodin, Selasa (13/01/2026).


Lebih lanjut, Samsodin menegaskan bahwa dukungannya terhadap program tersebut murni dilandasi kepentingan pelayanan publik dan tidak dikaitkan dengan persoalan hukum yang tengah menimpa pihak lain.


“Saya ingin menegaskan bahwa apresiasi ini tidak ada kaitannya dengan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang yang saat ini sedang dalam proses penyelidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Program ini harus dilihat sebagai kebijakan institusional pemerintah daerah demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.


Ia berharap aplikasi tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten, didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, serta diawasi secara berkelanjutan agar tujuan reformasi birokrasi benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bekasi.


(Red)


Komentar

Tampilkan

Terkini