Top ads

Soal TransPatriot, Wali Kota Bekasi Bicara Mekanisme, Legislatif Dinilai Minim Solusi

09 Januari 2026, 20:28 WIB Last Updated 2026-01-09T13:28:50Z
Deskripsi Gambar
Deskripsi Gambar


SINYALBEKASI.COM
- Polemik penjualan aset bus TransPatriot oleh PT Mitra Patriot (Perseroda) kembali menyedot perhatian publik.


Namun jika dicermati dalam permasalahan ini bukan semata soal aset dan saling debat, melainkan soal peran bersama dalam menyelesaikan masalah tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat luas.


Masyarakat Kota Bekasi tentunya ingin agar kebijakan yang sudah diambil bisa menjadi kemaslahatan bagi kepetingan masyarakat luas.


Wali Kota Bekasi memilih merespons isu ini dengan nada tenang. Baginya, persoalan tersebut bukan kisruh, melainkan dinamika administratif yang sudah memiliki rel, rambu, dan petugasnya sendiri.


“Kisruh? Nggak kisruh ah. Saya kira bukan kisruh. Yang jelas, segala sesuatu proses yang sudah dilakukan itu sudah menemui ketentuan yang berlaku,” ujar Wali Kota Bekasi saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).


Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi bekerja berdasarkan mekanisme yang tersedia, bukan berdasarkan tepuk tangan penonton atau teriakan dari tribun.


“Iya, sesuai mekanismenya,” katanya singkat, seolah menutup sesi tanya jawab yang berputar di tempat.


Di sisi lain, harapan masyarakat terhadap kritik dari legislatif menjadi dinamika yang mencerahkan bukan sekedar adu debat melainkan solusi terbaik sebagai mitra pemerintah.


Usai rapat digelar komisi III DPRD Kota Bekasi bersama Dirut PT Mitra Patriot, Inspektorat dan dinas terkait, kini publik menunggu “episode solusi”, bukan lagi adegan kritik yang sama.


Fungsi pengawasan memang penting. Namun ketika pengawasan berhenti pada pencatatan kesalahan, tanpa rekomendasi jalan keluar, masyarakat bisa bingung menilai.


Wali Kota Bekasi, sementara itu, memilih menjaga ritme pemerintahan tetap berjalan. Klarifikasi disampaikan secukupnya, tanpa drama tambahan, seolah ingin memastikan bahwa roda birokrasi tidak perlu berhenti hanya karena panggung debat sedang ramai.


Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk tetap berjalan di koridor aturan yang berlaku. Publik kini menunggu satu hal yang belum juga muncul dari pihak legislatif: bukan lagi kritik berulang, melainkan keberanian turun dari bangku penonton dan ikut menyusun skenario penyelesaian.


Sebab dalam pemerintahan, mencari kesalahan mungkin terlihat sibuk. Tapi menawarkan solusi—itulah kerja yang sesungguhnya. (Red)

Komentar

Tampilkan

Terkini