SINYALBEKASI.COM – Penyaluran bantuan pangan dari pemerintah melalui Perum Bulog di Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, memasuki hari kedua dengan situasi yang tetap tertib, aman, dan lancar.
Lurah Bantargebang, Sowi Hidayatullah, ST melalui Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Wawan Iwan Rusdiawan, S.E., M.Si., saat ditemui wartawan menyampaikan bahwa pelaksanaan penyaluran bantuan pada hari kedua berjalan sesuai harapan.
“Di hari kedua ini alhamdulillah semua berjalan aman dan lancar. Bahkan pada hari pertama, kami mendapat kunjungan langsung dari Direktur Utama Bulog serta pimpinan bantuan pangan yang hadir langsung sebagai bagian dari monitoring sekaligus ikut dalam proses pendistribusian kepada warga penerima manfaat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Sosial serta Dinas Ketahanan Pangan, termasuk pejabat eselon III dan para kepala bidang (kabid), yang memastikan seluruh proses berjalan dengan baik.
Menurut Wawan, sistem pembagian bantuan dilakukan dengan membagi jadwal menjadi beberapa sesi guna menghindari penumpukan warga. Dari total 10 RW yang ada, penyaluran dibagi menjadi dua hari.
“Untuk hari pertama kami salurkan kepada warga di RW 01 sampai RW 05, kemudian hari kedua untuk RW 06 sampai RW 010. Sementara bagi warga yang belum sempat hadir, akan diberikan kesempatan di hari berikutnya,” jelasnya. Kamis (16/4/2026)
Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat sebanyak 2.030 penerima, yang seluruhnya mengikuti proses penyaluran dengan tertib.
Lebih lanjut, pihak kelurahan berharap ke depan pendataan bantuan sosial, khususnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau yang dikenal masyarakat sebagai BMBA dari Kementerian Sosial, dapat lebih akurat dan tepat sasaran.
“Kami berharap ke depan data penerima bisa lebih ditingkatkan lagi kualitasnya, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak. Karena saat ini masih ditemukan data warga yang sudah meninggal namun masih tercantum sebagai penerima,” ungkapnya.
Di sisi lain, keterbatasan fasilitas di kantor Kelurahan Bantargebang menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan. Namun demikian, pihak kelurahan berinisiatif untuk memberikan kenyamanan bagi warga.
“Karena fasilitas kami terbatas, kami berinisiatif mendirikan tenda di halaman kantor kelurahan untuk mengantisipasi hujan dan panas. Hal ini demi kenyamanan warga penerima manfaat dari 31 RT di 10 RW yang mayoritas bekerja sebagai buruh pabrik,” pungkasnya.
Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, Bulog, serta instansi terkait, penyaluran bantuan pangan ini diharapkan dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
(Untung)




