Top ads

Tanpa Gunakan APBD, DLH Kabupaten Bekasi Gandeng Swasta Olah Sampah TPA Burangkeng Jadi RDF

26 Desember 2025, 17:07 WIB Last Updated 2025-12-26T10:07:05Z
Deskripsi Gambar
Deskripsi Gambar


SINYALBEKASI.COM
- Upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mengatasi persoalan sampah terus menunjukan langkah progesif. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng kini mulai diarahkan menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)


Terobosan ini terwujud berkat kerja sama dengan pihak swasta yang menyatakan kesiapan menambang sampah lama (landfill mining) di kawasan TPA Burangkeng. Langkah tersebut dinilai sebagai solusi strategis untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus manfaatkan limbah menjadikan bahan bakar alternatif.


Kepala UPTD TPA Burangkeng, Samsuro Mandiansyah, S.IP, mengatakan pihaknya mendapatkan angin segar dari minat investor swasta yang serius mengelola sampah lama di TPA Burangkeng dengan tekhnologi modern.


"Kami mendapat angin segar dari pihak swasta yang siap menambang sampah lama di lokasi TPA Burangkeng, " ujar samsuro saat rapat rombongan DLH Provinsi Jawa Barat. Rabu (2412/2025)



Menurut Samsuro, secara teknis pihak swasta tersebut telah memiliki tekhnolgi yang siap di gunakan. Saat ini, kebutuhan utama yang harus disipkan adalah lahan untuk pembangun infrastruktur pengelolaan serta hanggar oprasional.


" Tekhnologi sudah siap. Mereka hanya membutuhkan lahan untuk infrastruktur dan hanggar yang nantinya akan disewakan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, " jelasnya


Ia menambahkan, kerja sama ini sangat menguntungkan daerah karna tidak membebani APBD, sekalugus mempercepat pengurangan volume sampah yang selama ini menjadi persoalan utama di TPA burangkeng.


Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengungkapkan bahwa hasil pengolahan sampah menjadi RDF telah memiliki ke pastian pasar. Salah satu perusahaan besar PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, menyatakan kesiapan menyerap RDF hasil sortir dari TPA Burangkeng.


" Indocement siap menyerap sekitar 200 ton per harii dari hasil sorti sampah yang menjadi RDF, " kata Sukmawati


Tak hanya itu, peluang kerja sama juga datang dari pihak lain. Sukmawati menjelaskan bahwa pada pertengahan Desember lalu, perusahaan Asiana telah melakukan audensi dengan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi. Dalam pertemuan tersebut, Asiana menyatakan kesiapannya untuk mengolah sampah dari jumlah yang lebih besar.


" Asiana menyampaikan kesiapan mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dengan tingkat sortir sekitar 50 hingga 60 persen, " ungkapnya


Dengan adanya dukungan sektor swasta serta penyerapan kepastian hasil RDF oleh industri, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi optimis pengelolahan ssmpah di TPA Burangkeng akan semakin efektif dan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi beban TPA, tetapi juga mendukung pemanfaatan sampah sebagai energi alternatif ramah lingkungan.


Langkah ini sekaligus menjadi contoh bahwa kolaborasi pemerintah daerah dan swasta dapat menghadirkan solusi konkret dalam menangani persoalan lingkungan tanpa harus bergantung pada anggaran daerah.


(Untung)

Komentar

Tampilkan

Terkini